KUNJUNGAN LAPANGAN SEBAT (IKM SENTRA BATIK MOJOKERTO)

Siswa SRMP 15 Mojokerto melakukan kunjungan lapangan ke IKM Sentra Batik Mojokerto pada 3 Desember 2025. Kegiatan ini mengenalkan proses batik, budaya lokal, dan kreativitas warisan Nusantara.

Kegiatan Sekolah

Desember 2025

Oleh Yohana Felicia Diyanto Putri, S.Pd., Gr.

Dokumentasi kegiatan KUNJUNGAN LAPANGAN SEBAT (IKM SENTRA BATIK MOJOKERTO) SRMP 15 Mojokerto.

Kegiatan kunjungan lapangan ini mengangkat tema menjalin kreativitas dalam warisan Nusantara.

Pada hari Rabu, tanggal 3 Desember 2025, siswa SRMP 15 Mojokerto melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke IKM Sentra Batik Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa, khususnya dalam mengenal dan memahami budaya lokal serta proses produksi karya seni batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan diawali dengan keberangkatan siswa dari sekolah menuju lokasi IKM Sentra Batik Mojokerto dengan didampingi oleh guru pembimbing. Setibanya di lokasi, siswa disambut oleh pihak pengelola dan pengrajin batik, kemudian diarahkan ke tempat kegiatan untuk mendapatkan pengarahan awal terkait tata tertib serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama kunjungan berlangsung. Pada sesi pertama, siswa mendapatkan materi pengenalan mengenai sejarah batik Mojokerto, perkembangan industri batik di daerah tersebut, serta ciri khas motif batik Mojokerto yang memiliki nilai filosofis dan kearifan lokal. Pengrajin juga menjelaskan berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik kombinasi, beserta keunikan dan perbedaan proses pembuatannya. Selanjutnya, siswa diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik. Kegiatan observasi ini meliputi tahapan pembuatan desain atau pola pada kain, proses pencantingan menggunakan malam (lilin batik), teknik pewarnaan, hingga tahap pelorodan dan finishing. Siswa tampak antusias dalam mengamati setiap proses yang dilakukan oleh para pengrajin, bahkan beberapa siswa aktif bertanya terkait teknik dan kesulitan yang dihadapi dalam proses membatik.

Pada sesi praktik, siswa diberikan kesempatan untuk mencoba membatik secara sederhana dengan bimbingan langsung dari pengrajin. Siswa belajar menggunakan canting, menuangkan malam pada kain, serta membuat motif sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan kesabaran siswa dalam menghasilkan karya seni. Selain itu, siswa juga diajak berkeliling area sentra batik untuk melihat berbagai hasil produksi yang telah jadi. Mereka dapat mengamati beragam motif batik khas Mojokerto serta mengetahui nilai jual dan peluang usaha dari produk batik tersebut. Hal ini memberikan wawasan tambahan kepada siswa mengenai potensi industri kreatif lokal yang dapat dikembangkan di masa depan. Kegiatan kunjungan lapangan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Guru pembimbing juga secara aktif mendampingi serta memastikan siswa dapat memahami setiap materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi pembelajaran Seni Budaya, khususnya terkait karya seni batik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah, meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya, serta memberikan pengalaman nyata tentang dunia industri kreatif. Dengan terlaksananya kegiatan kunjungan lapangan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat memperkaya wawasan, keterampilan, dan sikap apresiatif terhadap seni dan budaya Indonesia, khususnya batik Mojokerto.