Kegiatan Sekolah
September 2025
Oleh Yohana Felicia Diyanto Putri, S.Pd., Gr.

Kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya manajemen stres dan emosi remaja serta bahaya toxic friendship dilaksanakan di lingkungan SRMP 15 Mojokerto dengan menghadirkan narasumber profesional, yaitu Devi Akta Pratiwi, M.Psi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan penuh antusias sebagai bentuk upaya sekolah dalam memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan hidup (life skills) yang penting bagi perkembangan remaja. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak sekolah yang menyampaikan bahwa masa remaja merupakan fase yang penuh dengan dinamika emosi, tekanan sosial, serta pencarian jati diri. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan dalam mengelola stres dan emosi agar mampu menghadapi berbagai tantangan secara sehat dan positif. Dalam penyampaian materinya, Ibu Devi Akta Pratiwi menjelaskan bahwa stres pada remaja dapat muncul dari berbagai faktor, seperti tuntutan akademik, hubungan pertemanan, masalah keluarga, hingga pengaruh media sosial. Beliau menekankan bahwa stres merupakan hal yang wajar, namun perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan mental maupun fisik. Siswa diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda stres, seperti mudah marah, sulit berkonsentrasi, merasa cemas berlebihan, serta perubahan pola tidur.
Lebih lanjut, narasumber juga menjelaskan berbagai cara efektif dalam mengelola stres dan emosi, di antaranya dengan mengenali perasaan diri sendiri, melakukan aktivitas positif seperti olahraga atau hobi, berbagi cerita dengan orang terpercaya, serta melatih teknik relaksasi sederhana. Siswa juga diajak untuk memahami pentingnya berpikir positif dan membangun pola komunikasi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, materi mengenai toxic friendship menjadi salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini. Dijelaskan bahwa pertemanan yang tidak sehat dapat memberikan dampak buruk, seperti menurunkan rasa percaya diri, memicu stres, hingga mempengaruhi perilaku negatif. Ciri-ciri toxic friend antara lain sering merendahkan, memanfaatkan, tidak menghargai perasaan, serta memberikan pengaruh buruk. Siswa diarahkan untuk lebih selektif dalam memilih teman dan berani mengambil sikap tegas terhadap hubungan pertemanan yang tidak sehat. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Hal ini membuat suasana menjadi lebih hidup dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam karena siswa dapat langsung mengaitkan materi dengan kondisi yang mereka alami. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswi SRMP 15 Mojokerto. Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola emosi dengan baik, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan positif. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan remaja.
